Di hujung sudut
kamar sepi itu ada secebis rasa..
Yang telah aku peram sekian lama..
Kenangan aku
dan dia..
Pintu kamar
pula telah usang dimamah usia..
Walau masih terkunci
rapi, ia sudah tiada makna..
Sekali sekali
aku jenguk juga bila rindu menyapa..
Tidak aku
jejak, cukup sekadar mengintai dari celah jendela..
Aku tiada hak
lagi untuk bicara…
Kau perhati
saja tirai putih yang kian rapuh disana..
Kau amati
cerita yang dinukilnya..
Kerna dia
satu satunya saksi nyata kami berdua..
No comments:
Post a Comment